Dari Kita untuk Sesama: Ibu-Ibu PKK Kelurahan Tanjung Duren Utara Belajar Psychological First Aid
Pelatihan PFA Sesi 3 bersama Dosen Fakultas Psikologi Ukrida membekali kader PKK Tanjung Duren Utara keterampilan mendengarkan, empati, dan grounding agar siap memberikan dukungan mental awal di masyarakat.
“Kalau tetangga sedang tertekan, tertimpa musibah, atau berduka, apa yang bisa kita lakukan?” Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari Sesi 3 Pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Tanjung Duren Utara pada Senin, 21 September 2026. Pada kesempatan ini, keterampilan PFA dibawa lebih dekat dengan berbagai situasi yang dapat ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga diajak memahami bagaimana memberikan dukungan yang tepat ketika berhadapan dengan persoalan di lingkungan sekitar.
Tidak hanya melalui pemaparan materi, peserta juga diajak mengikuti roleplay berdasarkan situasi yang umum terjadi di masyarakat, seperti ketika seorang anggota keluarga sedang mengalami tekanan atau menghadapi persoalan dalam rumah tangga. Melalui praktik ini, peserta mencoba secara langsung bagaimana mendekati, mendengarkan, dan merespons seseorang yang sedang menghadapi masalah. Peserta belajar bahwa membantu tidak selalu berarti langsung memberikan nasihat atau mencari solusi. Mendengarkan, memahami kondisi, memperhatikan keamanan, dan mengetahui kapan perlu menghubungkan seseorang dengan pihak yang tepat menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan.
Pelatihan juga memperkenalkan cara sederhana untuk membantu diri sendiri ketika menghadapi tekanan, salah satunya melalui teknik grounding. Peserta mempraktikkan bagaimana mengarahkan perhatian kembali pada kondisi saat ini tanpa membutuhkan tempat khusus. Bahkan di tengah lingkungan yang ramai, grounding tetap dapat dilakukan dengan fokus pada hal-hal sederhana di sekitar, seperti suara motor yang lewat, suara orang berbicara, atau sensasi yang dirasakan tubuh. Keterampilan sederhana ini diharapkan dapat membantu peserta untuk tetap hadir dan tidak terbawa oleh pikiran ketika menghadapi situasi yang sulit.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang diberikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini juga memberikan bekal bagi para kader PKK, termasuk Dasa Wisma, Jumantik, dan Posyandu, untuk menghadapi berbagai persoalan di lingkungan tempat tinggal. Kedepannya, peserta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar wawasan dan pemahaman yang diperoleh semakin berkembang serta dapat diterapkan dalam membantu masyarakat.
Melalui Sesi 3 ini, PFA tidak hanya menjadi keterampilan untuk membantu orang lain, tetapi juga menjadi bekal untuk lebih peka terhadap kondisi diri dan lingkungan sekitar. Dari keluarga hingga tetangga, dari situasi duka hingga tekanan sehari-hari, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana: hadir, mendengarkan, memahami kebutuhan, dan membantu seseorang menemukan dukungan yang tepat. Dari kita untuk sesama, langkah kecil pun dapat menjadi berarti.
Felicia Bertna Wongso - 502023019



