×
UKRIDA Virtual

Pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) Berstandar American Heart Association (AHA) di UKRIDA

Publish by Humas  |  30 April 2026  |  30

all

Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FKIK UKRIDA menyelenggarakan pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) bagi 14 mahasiswa pada 27–28 April 2026.

Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan pelatihan Advanced CardiacLife Support (ACLS) bagi mahasiswa yang diikuti oleh 14 peserta. Kegiatan ini difasilitasioleh instruktur bersertifikat dari UKRIDA Medical Training Center (UMTC) yang telah terafiliasi sebagai International Training Center (ITC) American Heart Association.

Kegawatdaruratan medis, khususnya henti jantung dan gangguan irama jantung, merupakankondisi yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terstandar guna meningkatkan peluang keselamatan pasien. Oleh karena itu, kompetensi ACLS menjadi keterampilan lanjutan yang penting dimiliki oleh mahasiswa profesi dokter sebagai calon tenaga kesehatan. Penanganan yang sistematis berbasis algoritma, serta tindakan resusitasi yang tepat waktu,terbukti berperan dalam meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien pada kondisi kritis.Sebagai bagian dari komitmen dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional,FKIK, UKRIDA melalui UMTC menyelenggarakan pelatihan ACLS pada tanggal 27 hingga 28April 2026. Pelatihan ini dilaksanakan di lingkungan FKIK UKRIDA dengan pendekatan praktik langsung yang terstruktur, meliputi sesi teori, demonstrasi keterampilan, serta praktik simulasi klinis yang mengacu pada standar internasional AHA.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan lanjutan dalam penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular, khususnya dalam menghadapi kondisi henti jantung di lingkungan klinis. Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai kompetensi penting, antara lain penilaian awal pasien, manajemen jalan napas, resusitasi jantung paru berkualitas tinggi, penggunaan defibrillator, serta pengambilan keputusan klinisberdasarkan algoritma ACLS. Selain itu, peserta juga dilatih dalam simulasi kerja tim yang efektif dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan rasio instruktur dan peserta yang mendukung optimalisasi praktik. Instruktur yang terlibat merupakan tenaga profesional yangkompeten dan tersertifikasi, sehingga mampu memberikan bimbingan serta umpan balik yangkonstruktif kepada peserta. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiapsesi pelatihan, baik dalam praktik maupun diskusi kasus klinis.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis di dunia nyata. Dengan pelatihan yang terstandar dan berkelanjutan, lulusan FKIK UKRIDA diharapkan mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan berkualitas, serta berkontribusi dalam peningkatan keselamatan pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Stepanus Maman Hermawan - Program Studi Pendidikan Profesi Ners