LPPM UKRIDA Gelar Coaching Analisis Data Klinis dengan Google Colaboratory

Publish by Humas  |  17 April 2026  |  78

all

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UKRIDA menyelenggarakan kegiatan Coaching dan Sharing bertajuk “Analisis Data Klinis: Solusi Praktis dengan Google Collaboratory” pada Kamis (16/4/2026).

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UKRIDA menyelenggarakan kegiatan Coaching dan Sharing bertajuk “Analisis Data Klinis: Solusi Praktis dengan Google Collaboratory” pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh dosen dan peserta yang ingin meningkatkan kemampuan dalam pengolahan data penelitian, khususnya di bidang klinis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Rita Wiryasaputra, S.T., M.Cs., Ph.D., dari Program Studi Informatika, yang membahas pemanfaatan Google Collaboratory sebagai alat analisis data yang praktis dan mudah diakses.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Google Collaboratory merupakan platform berbasis cloud yang memungkinkan pengguna untuk menulis dan menjalankan kode secara langsung tanpa perlu melakukan instalasi perangkat lunak tambahan. Hal ini menjadi solusi efektif bagi peneliti yang memiliki keterbatasan perangkat atau membutuhkan fleksibilitas dalam bekerja.

Dalam sesi materi, narasumber juga memberikan contoh penerapan analisis data klinis menggunakan studi kasus penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular. Dijelaskan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan termasuk dalam kategori penyakit kronis non komunikabel yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Keterlambatan dalam penanganan kondisi seperti serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh, sehingga analisis data menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan medis.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan dataset nyata dalam proses analisis, salah satunya dataset diabetes yang banyak digunakan dalam penelitian. Dataset ini mencakup berbagai variabel penting seperti kadar glukosa, tekanan darah, indeks massa tubuh (BMI), kadar insulin, hingga usia pasien yang digunakan untuk menentukan kemungkinan seseorang mengidap diabetes.

Melalui contoh tersebut, peserta dapat memahami bagaimana data klinis diolah dan dianalisis menggunakan pendekatan komputasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti Google Collaboratory tidak hanya mempermudah proses teknis, tetapi juga berperan penting dalam mendukung penelitian di bidang kesehatan yang berbasis data.

Peserta juga diperkenalkan dengan fitur dasar dalam penggunaan Google Collaboratory, seperti pembuatan dan pengelolaan cell untuk menulis kode maupun teks. Narasumber menjelaskan bahwa pengguna dapat menambahkan cell baru melalui menu yang tersedia, serta menjalankan kode dengan perintah sederhana seperti Shift + Enter atau Ctrl + Enter. Selain itu, dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara menghubungkan Google Collaboratory dengan Google Drive untuk memudahkan akses dan penyimpanan data penelitian. Proses ini memungkinkan pengguna untuk mengelola data secara lebih terstruktur dan aman dalam satu ekosistem berbasis cloud.

Melalui pendekatan yang aplikatif, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung mempraktikkan langkah-langkah analisis data menggunakan platform tersebut. Hal ini diharapkan dapat membantu dosen dan peneliti dalam meningkatkan efisiensi proses penelitian, khususnya dalam pengolahan data klinis.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang memungkinkan peserta mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis maupun penerapan Google Collaboratory dalam penelitian mereka. Melalui kegiatan ini, LPPM UKRIDA berharap dapat terus mendorong peningkatan kompetensi sivitas akademika Universitas Kristen Krida Wacana dalam pemanfaatan teknologi digital guna menunjang kualitas riset dan publikasi ilmiah.

 

Vanesa Jeanne - 712023013

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait